Minggu, 15 Mei 2011

MENJADI WANITA YANG SHOLEHAH

MENJADI Wanita Sholeha

PENDAHULUAN

Dalam bahasa Al Qur’an wanita disebut imroatun yang mempunyai akar kata yang sama dengan kata mir’atun. Mir’atun berarti cermin. Cermin dapat berfungsi baik apabila cermin tersebut bersih, tidak rusak/pecah dan kualitasnya baik, sehingga mampu menghasilkan pantulan sinar /cahaya yang sempurna atau tidak cacat. Demikian pula seorang wanita menjadi cermin hidup/kehidupan keluarga harus berfungsi sebagaimana mestinya.

Mendidik anak laki-laki berbeda dengan anak wanita. Mendidik anak laki-laki berarti mendidik seorang manusia, akan tetapi mendidik seorang wanita berarti mendidik seluruh keluarga. Mendidik wanita harus dilengkapi dengan ketrampilan kerumah-tanggaan/ berumah tangga seperti memasak, berhias diri, merawat tubuh, mengatur/ menata rumah, bahkan bekal saat memasuki bahtera rumah tangga.

Wanita dalam kehidupannya menjalankan multiperan, diantaranya : peran sebagai istri, Ibu, dan anak sekaligus, bahkan juga sebagai wanita karier. Tentu tugas ini berat, namun ketika dijalani dengan senang hati dan ikhlas, Insya Allah semua itu menjadi ringan.
Sebagai gambaran peran-peran tersebut di atas, sedkit penjelasan dari masing-masingperan/fungsi dan tugas kaum wanita :

1. WANITA SEBAGAI ISTRI
Wanita sebagai pendamping suami, secara umum tugasnya adalah memenuhi kewajibannya terhadap suami, mendukung/mendorong semangat untuk keberhasilan suami dalam berbagai hal dan mendoakan suami.
Sabda Nabi Muhammad saw: Pengabdianmu kepada suamimu adalah Shodaqoh ( HR. Dailami).

Berikut adalah langkah praktis yang dapat dilakukan dalam menjalankan perannya sebagai istri seperti yang tuturkan Ibu Sitaresmi S. Sukanto :

1) Hendaklah istri senantiasa meminta izin kepada suami, apabila hendak keluar rumah atau melakukan kegiatan yang tidak dapat mengikutsertakan suami dan anak-anak.
2) Usahakan istri selalu salam mencium tangan suami ketika hendak  bepergian
3) Senantiasa bersyukur dan berdoa atas rizki yang telah diusahakan oleh suami betapapun kecilnya
4) Memaafkan kekhilafan suami dan bersabar atas kekurangannya
5) Menyambut kepulangan suami dari bekerja dengan meringankan bebannya dan menyegarkan gairah/semangat dengan berpakaian yang menarik dan berpenampilan sebaik mungkin
6) Memperbanyak ungkapan rasa “Cinta dan Sayang” kepada suami dimanapun saat ada kesempatan
7) Menyediakan waktu khusus untuk menjalin romantisme bersama suami, misal di akhir pekan atau pada acara khusus tertentu
8) Memberikan bingkisan istimewa yang merupakan kegemaran suami
9) Memelihara keakraban dan menghormati orangtua dan saudara suami
10) Menyapa atau memanggil suami dengan sapaan/panggilam khusus
11) Bersedia untuk mendengar keluhan-keluhan suami bahkan sampai dengan hal-hal yang bersifat pribadi sekalipun
12) Meminta pendapat suami tentang pakaian yang akan dibeli atau Anda   pakai, seperti model, warna atau lainnya
13) Menyediakan waktu untuk mendiskusikan perkembangan karir suami atau masa depan anak-anak
14) Menjaga harta suami dengan cara cermat dan hemat
15) Menjaga kehormatan keluarga dan menjaga rahasia rumah tangga serta aib suami.

Satu kisah di Majelis Taklim. Salah seorang berkata: “ Enak sekali suami harus diperlakukan seperti itu”. Tetapi dalam renungannya, lalu hatinya berkata: Kenapa saya rajin ikut pengajian tapi tidak mau berubah?. Tapi bagaimana memulainya, karena selama ini perlakuanku banyak yang berlawanan. Pada suatu hari dengan niat yang kuat akan merubah sikap dan perlakuan kepada suamiku. Satu demi satu dijalankan, suamipun mengamatinya. Oh ada perubahan besar pada istriku, kenapa ?, demikian pertanyaan dalam hatinya. Pada saat yang tepat, suami bertanya: Sayang, akhir-akhir ini kok sikap dan perlakuanmu kepadaku berubah drastis ? Istrinya menjawab: ya, aku ikut pengajian dan selama ini perlakuan saya terhadap Abang salah, saya minta maaf. Mendengar istrinya ikut pengajian, lalu bertanya siapa gurunya? Namun istrinya belum bersedia memberitahukannya. Sang suami senang dengan perubahan sikap istrinya dan selalu mendorong serta mengingatkan hari-waktu pengajian, bahkan mau mengasuh anak-anaknya yang masih kecil agar istrinya bisa ikut pengajian. Penampilan suaminya di kantor pun lebih segar, ceria dan bekerja lebih baik.

Banyak diakui oleh kaum pria bahwa keberhasilan hidupnya karena peran para wanita disekitarnya. Dibalik kaum pria yang HEBAT ada wanita di belakangnya yang HEBAT. Wanita itu adalah ISTRI, IBU dan ANAK WANITANYA.

2. WANITA SEBAGAI IBU
Ibu adalah sebutan wanita yang melahirkan, wanita yang sudah tua usianya atau wanita yang membimbing/mengasuh anak. Keluarga dalam pengertian awam adalah orangtua yang terdiri ayah, ibu atau suami istri dengan/tanpa anak. Peran ibu sangat besar dalam mewujudkan kebahagiaan dan keutuhan keluarga. Dalam kehidupanpun masyarakat banyak menggunakan kata ibu, sebagai sesuatu yang memiliki peran yang besar, seperti kata ibu Pertiwi untuk menggambarkan tanah, air tempat berpijak hidup manusia, Ibu jari untuk bisa memuji seseorang, ibu kota sebagai pusat berbagai kegiatan, dan lain-lain. Pada sisi lain Ibu juga diangkat tinggi oleh Allah swt, misalnya: Ketika sahabat bertanya kepada Nabi mengenai kepada siapa dia harus berbuat baik. Pertanyaan itu dikemukakan 4 kali. Jawabanya 3 kali, berbuat baik kepada ibumu dan yang ke empat kepada ayahmu. Bentuk lain Sorga berada di bawah Telapak kaki Ibu, mengandung makna bahwa kalau mau sukses dunia maka tunduklah kepada Ibumu dan apabila mau sukses di akhirat tunduklah nasehat ibumu yang sholehah. Keridhoan seorang ibu menentukan kehidupan anak-anaknya. Banyak pengalaman rekan-rekan yang meraih sukses dalam kerja, usaha, kehidupan keluarga dan lainnya karena mereka menjaga, berbuat baik dan didoakan oleh ibu-ibu mereka. Satu hal lagi, Allah memberikan porsi warisan. laki-laki dan wanita 2 berbanding 1. Wanita konon pada dasarnya matrealistis:), namun hanya mereka yang mampu mengelola diri sajalah yang mampu menurunkan kadar matrealistisnya sampai titik terendahnya. Walaupun diakui ada wanita-wanita yang memiliki tingkat matrealistisnya terendah, misal mereka siap nikah walaupun calon suaminya belum memiliki apapun termasuk pekerjaan, namun ia tahu calon suaminya bukan tipe pemalas atau menunggu pemberian orang lain. Dia serahkan rizkinya kepada Allah nanti setelah nikah dengan kerja keras bersama. Walaupun perannya besar, secara materi 1 bagian, namun balasannya akan Allah sempurnakan nanti di akhirat sebagaimana janji-Nya.

Tugas ibu sebagai orangtua sangat berat dan Allah melatihnya sejak ia mengadung seperti sakit, lemah, mual-mual, pusing atau berbagai keinginan aneh. Kemudian harus membawajaninnya kemana saja ia pergi. Latihan yang terberat adalah saat melahirkan, ia mempertaruhkan antara hidup dan mati. Mati syahid ketika sang ibu melahirkan harus berakhir dengan kematian. Ketika latihan berat ini bisa dilalui dengan baik, maka tugas berikutnya juga berat karena bersifat fisik dan psikologis.

Tugas yang melibatkan fisik dan psikologis ini tidak lain adalah tugas mendidiknya. Meskipun pada saat masih dalam kandungan juga sudah berkewajiban mendidiknya, namun tidak seberat setelah lahir. Mendidik anaknya setelah lahir membutuhkan waktu panjang, tenaga dan financial. Tugas ini dapat dilalui dengan baik, apabila tugas dan peran yang pertama ( sebagai istri) telah dilaksanakn dengan baik.

Tugas mendidik memang bukanlah tugas individu seorang ibu, namun perlu disadari bahwa ibu memiliki peran yang sangat besar. Ibu adalah guru pertama dan utama di rumah. Peran suami bersifat mengokohkan apa yang telah dibentuk ibu. Peran Ibu lebih efektif karena ada ikatan anak dan ibu yang kuat saat dikandungan. Untuk bekal atau pegangan orangtua dalam mendidik anak-anaknya, berikut peringatan Dorothy Law Nolte dalam “ Children learn what they live” atau anak-anak Belajar dari Kehidupannya:

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelai
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang,dan persahabat, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya.

Tergambar dengan jelas bahwa perlakuan orangtua, khususnya ibu menentukan protret karakter anak-anaknya. Oleh karena itu harus dihindari adanya sikap yang berlawanan antara Ibu dan Ayah, karena kemungkinan hasilnya lebih buruk lagi.
Disamping mendidik karakter, juga bekali anak-anak kita dengan mempertahankan dan mengembangkan kualitas iman; bekerja dengan baik ( disiplin/meghargai waktu); berjuang bekerjasama menegakkan kebenaran dan bekerjasama menyebarkan kesabaran ( QS. Al Asr: 1-4)

Berikut 10 WASIAT Seorang IBU kepada putrinya untuk dijadikan sebagai pegangan dalam menjalan peran baru sebagai istri:

1) Bertemanlah dengan sikap Qonaah ( menerima apa adanya)
2) Dengarkan dan taati apa-apa yang baik, saran-saran dan keluhannya
3) Perhatikan apa-apa yang disenangi dan apa-apa yang tidak disenanginya.
4) Jangan sampai memandang sesuatu yang buruk darimu dan mencium kecuali bau yang harum
5) Perhatikan waktu makannya, kebutuhannya, ibadahnya dan jaganlah ketenangan tidurnya
6) Perhatikan dan jagalah rumah dan harta
7) Peliharalah dirinya, kehormatannya, anak-anaknya dan silaturahim dengan keluarganya
8) Janganlah engkau menyebarkan rahasia dan mendurhakai perintah baiknya.
9) Janganlah engkau gembira bila ia sedang sedih dan janganlah bersedih bila ia sedang gembira
10) Tunjukkan penghormatan/penghargaanmu dan ketaatan yang sebesar-besarnya.

3. WANITA SEBAGAI ANAK
Ketika belum menikah peran ini sudah sangat jelas, karena semua bentuk ketaatan kepada Ibunya tidak ada masalah. Pada saat menikah banyak yang belum muncul kesadaran bahwa sekarang ia telah menjadi anak dari 2 ibu dan 2 ayah, yakni Orangtua atau ibu dan ayah mertua atau ayah dan ibu dari suami. Terbukti perlakuan yang terbaik belum terlihat pada ayah dan ibu mertua. Ketika ayah dan ibu mertua berkunjung ke rumahnya diperlakukan lebih rendah dibanding ayah/ibunya sendiri. Terlebih ketika kondisi ayah/ibu mertua lebih rendah baik kedudukan /jabatan, kekayaan atau lainnya. Demikian juga ketika berkunjung ke orangtua, kunjungan ke orangtua sendiri lebih lama dan oleh-oleh yang banyak dibandingkan mertua. Padahal orangtua suami (mertua) lebih membutuhkannya, Sikap dan perlakuan yang seperti ini bukanlah cerminan dari wanita sholehah. Sikap dan perlakuan di atas dapat menyebabkan kerenggangan hubungan silaturahim keluarga suami. Kalau suami tidak mampu memperbaiki keadaan ini, memungkinlah terjadinya kerenggangan hubungan silaturahmi antar kedua keluarga. Perlakukan orantua suami sama dengan seperti orangtua sendiri, apapun keadaannya. Berilah bantuan atau pemberian lain sesuai dengan kebutuhan orangtua. Demikian juga dengan saudara-saudara suami.

4. WANITA SEBAGAI PEKERJA, PROFESIONAL ATAU PENGUSAHA
Sejalan perkambangan zaman, peran wanita semakin dibutuhkan tidak saja di lingkungan rumah tangga, tetapi di masyarakat. Banyak kaum wanita bekerja sebagai wanita karier atau Pengusaha. Mereka bekerja sebelum menikah dan dilanjutkan setelah nikah. Ada yang bekerja setelah menikah. Berbagai alasan kaum ibu bekerja di lembaga/kantor. Sebagian dalam rangka menunjang kehidupan keluarga, sebagian lagi karena tidak sanggup bekerja hanya seputar pekerjaan rumah tangga, keahliannya  dibutuhkan masyarakat  atau kemauan untuk berbisnis. Terlepas apapun alasannya, namun peran, fungsi dan tugas di atas (1) dan (2), tidak boleh diabaikan. Apabila suami-istri bekerja di luar rumah, ada 2 hal yang tidak boleh digantikan oleh siapapun, yatu melayani suami dan mendidik anak-anaknya di rumah:) Pekerjaan mencuci, menyetrika, merawat kebersihan/taman, (sebagian) memasak dan lainnya mungkin bisa dilimpahkan kepada pembantu atau jasa lain.

Jabatan yang lebih tinggi, gaji/penghasilan yang lebih besar, keluarga/ saudara-saudara lebih kaya atau lainnya tidak boleh mengurangi peran, fungsi/tugas, sikap dan perlakuan kepada suami.
Demikain juga ketika memiliki peran sebagai “ Public Figure” dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial/kemasyarakatan, politik atau lainnya. Peran besar di masyarakat dan kedudukan yang tinggi, jangan menjadikan turun sikap, perlakuan dan kewajibannya terhadap suami. Masalah lain yang sering terjadi adalah gaji dari istri hanya untuk keperluan, kesenangan istri sendiri. memang hal ini dibolehkan. Namun lebih baik berapapun hasil kerja istri, gabungkanlah dengan penghasilan suami untuk kebutuhan keluarga. Terlebih lagi bila penghasilan suami belum mencukupi kebutuhan keluarga. Bukankah istri kerja juga atas izin suami. Tanpa izin, tentu saja tidak ada gaji/penghasilan yang diterima. Kegiatan lain yangdilakukan oleh sebagian lainnya, adalah membuka usaha di rumah untuk menyokong kebutuhan hidup keluarganya. Khaerudin

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PACARAN BAGI REMAJA

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PACARAN BAGI REMAJA :

Arifin (2002) mengatakan adanya dampak positif maupun negatif dari pacaran bagi remaja, seperti:
1.   Prestasi Sekolah
Bisa meningkat atau menurun. Di dalam hubungan pacaran pasti ada suatu permasalahan yang dapat membuat pasangan tersebut bertengkar. Dampak dari pertengkaran itu dapat mempengaruhi prestasi mereka di sekolah. Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat mendorong mereka untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka.
2.   Pergaulan Sosial
Pergaulan bisa tambah meluas atau menyempit. Pergaulan tambah meluas, jika pola interaksi dalam peran hanya berkegiatan berdua, tetapi banyak melibatkan interaksi dengan orang lainnya (saudara, teman, keluarga, dan lain-lain).
Pergaulan tambah menyempit, jika sang pacar membatasi pergaulan dengan yang lain (tidak boleh bergaul dengan yang lain selain dengan aku).
3.   Mengisi Waktu Luang
Bisa tambah bervariatis atau justra malah terbatas. Umumnya, aktivitas pacaran tidak produktif (ngobrol, nonton, makan, dan sebagainya), namun dapat menjadi produktif, jika kegiatan pacaran diisi dengan hal-hal seperti olah raga bersama, berkebun, memelihara binatang, dan sebagainya.
4.   Keterkaitan Pacaran dengan Seks
Pacaran mendorong remaja untuk merasa aman dan nyaman. Salah satunya adalah dengan kedekatan atau keintiman fisik. Mungkin awalnya memang sebagai tanda atau ungkapan kasih sayang, tapi pada umunya akan sulit membedakan rasa sayang dan nafsu. Karena itu perlu upaya kuat untuk saling membatasi diri agar tidak melakukan kemesraan yang berlebihan.
5.   Penuh Masalah Sehingga Berakibat Stres
Hubungan dengan pacar tentu saja tidak semulus diduga, jadi pasti banyak terjadi masalah dalam hubungan ini. Jika remaja belum siap punya tujuan dan komitman yang jelas dalam memulai pacaran, maka akan memudahkan ia stres dan frustasi jika tidak mampu mengatasi masalahnya.
6.   Kebebasan Pribadi Berkurang
Interaksi yang terjadi dalam pacaran menyebabkan ruang dan waktu untuk pribadi menjadi lebih terbatas, karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk berduaan dengan pacar.
7.   Perasaan Aman, Tenang, Nyaman, dan Terlindung
Hubungan emosional (saling mengasihi, menyayangi, dan menghormati) yang terbentuk ke dalam pacaran dapat menimbulkan perasaan aman, nyaman, dan terlindungi. Perasaan seperti ini dalam kadar tertentu dapat membuat seseorang menjadi bahagia, menikmati hidup, dan menjadi situasi yang kondusif baginya melakukan hal-hal positif

KARAKTERISTIK KUCING PERSIA


KARAKTERISTIK KUCING PERSIA

Kucing peliharaan atau kucing rumah adalah salah satu predator terhebat di dunia. Kucing ini dapat membunuh atau memakan beberapa ribu spesies—kucing besar biasanya kurang dari 100. Tetapi karena ukurannya yang kecil, kucing tidak begitu berbahaya bagi manusia— satu-satunya bahaya yang dapat timbul adalah kemungkinan terjadinya infeksi rabies akibat gigitan kucing dan juga cakaran dari kuku kucing yang sangat perih dan menyakitkan. Kucing dapat berakibat fatal bagi suatu ekosistem yang bukan tempat tinggal alaminya. Pada beberapa kasus, kucing berperan atau menyebabkan kepunahan. Kucing menyergap dan melumpuhkan mangsa dengan cara yang mirip dengan singa dan harimau — menggigit leher mangsa dengan gigi taring yang tajam sehingga melukai saraf tulang belakang atau menyebabkan mangsa kehabisan napas dengan merusak tenggorokan.
Kucing kampung memangsa seekor tikus rumah (Rattus rattus diardii).
Kucing dianggap sebagai "karnivora yang sempurna" dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging. Meskipun ciri ini juga terdapat pada famili Canidae atau anjing, tapi ciri ini berkembang lebih baik pada kucing. Tidak seperti karnivora lain, kucing hampir tidak makan apapun yang mengandung tumbuhan. Beruang dan anjing kadang memakan buah, akar, atau madu sebagai suplemen jika ada sementara kucing hanya memakan daging, biasanya buruan segar. Dalam penangkaran, kucing tidak dapat diadaptasikan dengan diet vegetarian karena mereka tidak dapat mensintesis semua asam-asam amino yang mereka butuhkan hanya dengan memakan tumbuhan; berbeda dengan anjing peliharaan, yang sering diberi makan produk campuran daging dan sayuran dan kadang dapat beradaptasi dengan diet vegetarian secara total.
Meskipun memiliki reputasi sebagai hewan penyendiri, kucing biasanya dapat membentuk koloni liar tetapi tidak menyerang dalam kelompok seperti singa. Setiap kucing memiliki daerahnya sendiri (jantan yang aktif secara seksual memiliki daerah terbesar, sedang jantan steril memiliki daerah paling kecil) dan selalu terdapat daerah "netral" dimana para kucing dapat saling mengawasi atau bertemu tanpa adanya konflik teritorial atau agresi. Di luar daerah netral ini, penguasa daerah biasa akan mengejar kucing asing, diawali dengan menatap, mendesis, hingga menggeram, dan bila kucing asing itu tetap tinggal, biasanya akan terjadi perkelahian singkat. Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar. Serangan biasanya terdiri dari tamparan di bagian wajah dan tubuh dengan kaki depan yang kadang disertai gigitan. Luka serius pada kucing akibat perkelahian jarang terjadi karena pihak yang kalah biasanya akan lari setelah mengalami beberapa luka di wajah. Jantan yang aktif biasanya sering terlibat banyak perkelahian sepanjang hidupnya. Hal ini tampak pada berbagai luka di bagian wajah, seperti hidung atau telinga. Kucing betina kadang juga terlibat perkelahian untuk melindungi anak-anaknya bahkan kucing steril pun akan mempertahankan daerah kecilnya dengan gigih.
Melihat dari perilaku kucing yang ada saat ini, kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing peliharaan diperkiraan berevolusi pada iklim gurun. Kucing senang dengan suasana hangat dan sering tidur di bawah hangatnya sinar matahari. Kotorannya biasanya kering dan kucing lebih suka menguburnya di tempat berpasir. Kucing dapat mematung, tidak bergerak cukup lama terutama ketika sedang mengintai mangsa atau bersiap untuk "pounce". Di Afrika Utara masih ditemukan kucing liar yang mungkin berkerabat dekat dengan nenek moyang kucing peliharaan saat ini.
Karena memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang gurun, ketahanan kucing terhadap panas dan dinginnya iklim daerah subtropis agak terbatas. Kucing tidak tahan terhadap kabuthujan, dansalju, meskipun ada beberapa jenis seperti Norwegian Forest Cat dan Maine Coon yang mampu bertahan; dan berusaha mempertahankan suhu tubuh normalnya, yaitu 39°C, dalam keadaan basah. Kebanyakan kucing tidak suka berendam dalam air, kecuali jenis Turkish Van.
Empat ekor anak kucing sedang disusui induknya.
Masa kehamilan atau gestasi pada kucing berkisar 63 hari. Anak kucing terlahir buta dan tuli. Mata mereka baru terbuka pada usia 8-10 hari. Anak kucing akan disapih oleh induknya pada usia 6-7 minggu dan kematangan seksual dicapai pada umur 10-15 bulan. Kucing dapat mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk yang khusus dengan 4 bagian yang berbeda.
Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kilogram dan jarang melebihi 10 kg. Bila diberi makan berlebihan, kucing dapat mencapai berat badan 23 kg. Tapi kondisi ini amat tidak sehat bagi kucing dan harus dihindari. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, kucing tertua diketahui berusia 36 tahun. Kucing peliharaan yang tidak diperbolehkan keluar rumah dan disterilkan dapat hidup lebih lama (mengurangi risiko perkelahian dan kecelakaan). Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.
Kucing peliharaan yang tinggal di dalam rumah harus diberi kotak kotoran yang berisi pasir atau bahan khusus yang dijual di toko hewan peliharaan. Perlu juga disediakan tempat khusus bagi kucing untuk mencakar. Hal ini penting karena kucing memerlukan kegiatan mencakar ini untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga kesehatannya. Tidak adanya tempat khusus ini akan menyebabkan kucing banyak merusak perabotan.
Sering kali kucing menunjukkan perilaku memilih makanan. Hal ini dikarenakan mereka memiliki organ pembau khusus di langit-langit mulutnya yang disebut sebagai organ vomeronasal atau organ Jacobson. Ketika organ ini terstimulasi oleh suatu jenis makanan tertentu, kucing akan menolak makanan selain makanan itu.
Mata kucing. Perhatikan membrana nictitans berupa selaput putih di sudut dalam ruang mata.
Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang. Mereka memiliki Selaput pelangi atau iris membentuk celah pada mata yang akan menyempit. Meskipun demikian, penyempitan ini juga mengurangi bidang pandang kucing. Suatu organ yang disebut tapetum lucidum digunakan dalam lingkungan dengan sedikit cahaya. Organ inilah yang menyebabkan warna-warni mata kucing ketika difoto dengan menggunakan blitz. Seperti kebanyakan predator, kedua mata kucing menghadap ke depan, menghasilkan persepsi jarak dan mengurangi besarnya bidang pandang. Mata kucing memiliki persepsitrikomatik yang lemah.
Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan "kumis" atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat.
Kucing memiliki kelopak mata ketiga yang disebut membrana niktitans. Kelopak ketiga ini terdiri dari suatu lapisan tipis yang dapat menutupi mata dan nampak ketika mata kucing terbuka. Membran ini menutup sebagian ketika kucing sedang sakit. Kadang kucing yang amat mengantuk atau gembira juga memperlihatkan membran ini.
Suara kucing sering ditulis "meong" dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing ditulis "meow". Di negaraInggris sendiri, penulisannya adalah "miaow", "miaow" dalam bahasa Perancis, "miau" dalam bahasa Jerman, "nya" dalam bahasa Jepang dan berbagai penulisan lain dalam berbagai bahasa. Suara "meong" kucing memiliki berbagai arti tergantung pengucapannya oleh si kucing. Kucing juga dapat mengeluarkan suara seperti dengkuran panjang yang sering disukai manusia. Karena suara ini bukan merupakan suara vokal, maka kucing dapat mengeluarkan suara dengkuran dan mengeong pada saat yang sama.
Umumnya semua daun telinga kucing tegak. Tidak seperti pada anjing, kucing dengan telinga terlipat amat jarang ditemukan. Jenis Scottish Fold adalah salah satu jenis kucing dengan mutasi genetik yang langka ini. Ketika marah atau takut, daun telinga kucing jenis ini akan tertekuk ke belakang sementara si kucing mengeluarkan suara menggeram atau mendesis. Ketika mendengarkan suatu suara, daun telinga kucing akan bergerak ke arah sumber suara; daun telinga kucing dapat mengarah ke depan, ke samping, bahkan seolah menoleh ke belakang.
Kucing termasuk hewan yang bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat, tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadang kala kucing memuntahkan hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perut mereka.
Kucing menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12-16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13-14 jam. Tetapi tidak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam satu hari.

[sunting]Jenis-jenis kucing peliharaan

[sunting]Ras

Jumlah jenis kucing ras di seluruh dunia amat banyak. Setiap ras memiliki ciri khusus, tapi karena sering terjadinya kawin silang antar ras, banyak kucing yang hanya dikelompokkan dalam jenis bulu panjang dan bulu pendek, tergantung jenis rambut penutup tubuhnya.
Ada banyak macam ras kucing, beberapa diantaranya :
  • Manx
Sebagian orang menyebutnya Rumpy. Ekornya pendek, Warna bulunya cokelat dan lavender. Sifatnya setia, ramah dan pintar.
  • Maine Coon
Asalnya dari Maine, AS, keturunan Angora dan American Shorthair. Sifatnya lucu, pemalu tapi mau, dan mudah akrab. Bulunya tipis, lembut, dan warnanya beragam.
  • British Shorthair
Dikembangkan di Inggris. Kucing ini kalem, lembut, hangat, dan pintar. Warna bulunya ada yang polos (putih,hitam,biru,merah dan krem), dwiwarna, hitam pekat, belang.
  • Burmese (Burma)
Kucing ini dibiakkan oleh Dr. Thompson (AS) dari kucing ratu wong mau (Burma) dan siam. Warna cokelat musang, warna lainnya biru, champagne, lifa, merah, cokelat, dan biru kura-kura. sifatnya periang dan lucu.
  • Chinchilla longhair
Inilah kucing persia paling anggun. Nenek moyangnya dari Inggris. Ras ini dibagi dalam dua macam, yaitu chinchilla warna cerah (sejati) dan yang agak gelap (perak gradasi).

[sunting]Macam warna

Kucing memiliki banyak warna dan macam pola. Ciri fisik ini tidak bergantung pada rasnya. Kucing rumahan dikelompokkan ke dalam jenis berikut berdasar penampakan fisiknya :
  • bulu pendek
  • bulu panjang
  • oriental (bukan ras khusus, semua kucing yang bertubuh langsing, mata berbentuk almond, daun telinga lebar, dan rambut tubuh halus yang pendek)
Gen yang mengatur warna dan pola pada bulu kucing menentukan penampilan fisik dari kucing yang membedakan mereka ke dalam:
Telon atau Calico 
putih dengan sedikit bercak warna hitam atau oranye (atau biru atau krem). Orang Jepang sering menyebut pola ini sebagai mi-ke. Karena gen warna bulu bertaut dengan kelamin, kucing Calico yang beraneka warna ini umumnya betina.
Tortoiseshell 
hitam dengan warna oranye dan putih tersebar di seluruh tubuhnya. Kucing yang memiliki warna hitam, oranye terang, dan oranye gelap disebut sebagai Calimanco atau Clouded Tiger.
Tabby 
bergaris dengan bermacam pola. Pola klasik pada kucing ini berbentuk bulatan-bulatan atau lingkaran. Tabby jenis mackerel mempunyai tiga garis yang tampak di samping tubuhnya, membuat kucing ini seperti ikan mackerel.
Maltese 
nama lama dari kucing biru (abu-abu).
Bicolor (dua warna) 
disebut juga Tuxedo cat atau Jellicle cat karena memiliki bulu berwarna hitam dengan sedikit warna putih pada bagian kaki, perut, dada, dan mungkin pula di bagian wajah.

[sunting]Domestikasi

Seperti halnya hewan yang telah mengalami domestikasi (penjinakan), kucing hidup dalam hubungan mutualistik dengan manusia. Tapi sejarah mutualisme ini jauh lebih pendek dibandingkan dengan hewan domestikasi yang lain dan tingkat domestikasi kucing juga masih diperdebatkan. Karena keuntungan yang diperoleh dari adanya kucing, maka manusia membiarkan kucing liar berkeliaran di pemukiman. Nenek moyang kucing rumahan tidak terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan hewan domestik yang lain. Sejarah inilah yang mungkin menyebabkan tidak adanya ikatan yang kuat yang dimiliki kucing pada pemiliknya. Akibatnya, kebanyakan pemilik kucing menganggap kucing adalah hewan yang tidak terlalu peduli dan mandiri. Namun, kucing dapat sangat dekat dengan pemiliknya, terutama jika ia dibesarkan sejak kecil dan sering mendapatkan perhatian.

[sunting]Aspek budaya

Pada masa silam diyakini bahwa nenek moyang kucing adalah Miacis, binatang liar pada masa Eosen yang sosoknya mirip musang, kira-kira 50 juta tahun silam.
Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Namun, baru-baru ini dalam sebuah makan di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing. Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini. [1] [2].
Sebuah topeng perunggudigunakan dalam pemakamanmumi kucing di Mesir kuno.
Pada tahun 1.800-an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya "situs" berisikan 300.000 mumi kucing dalam keadaan masih utuh, yang menandakan dahulu kucing memang suatu hewan yang spesial. Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai penjelmaan Dewi Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet. Hukuman untuk membunuh kucing adalah mati, dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.
Di abad pertengahan, kucing sering dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa takhyul seperti inilah yang menyebabkan wabah Black Death menyebar dengan cepat. Black Death diperkirakan merupakan sebuah wabah penyakit pes di Eropa pada abad ke-14. Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang waktu itu percaya bahwa setanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Pernyataan Paus menyebutkan bahwa kucing yang berkeliaran dengan bebas telah bersekutu dengan setan. Karena pernyataan ini, banyak kucing dibunuh di Eropa pada saat itu. Penurunan jumlah populasi kucing menyebabkan meningkatnya jumlah tikus, hewan pembawa penyakit pes yang sesungguhnya.
Saat ini, orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa sial sementara ada yang percaya bahwa kucing hitam justru membawa keberuntungan. Kucing juga masih diasosiasikan dengan sihir. Kucing hitam sering diasosiasikan dengan Halloween. Penganut wicca dan neopaganisme yang lain mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik, mampu berhubungan dengan dunia lain, dan dapat merasakan adanya roh jahat.
Di Asia, kucing termasuk ke dalam salah satu zodiak Vietnam. Namun kucing tidak termasuk ke dalam zodiak Tionghoa. Menurut legenda, ketika Raja Langit mengadakan pesta untuk hewan yang akan dipilih menjadi zodiak, ia mengutus tikus untuk mengundang hewan-hewan yang telah dipilihnya. Bagian cerita ini dikisahkan dalam berbagai versi, tikus lupa untuk mengundang kucing, tikus menipu kucing mengenai hari pesta, dan berbagai variasi lainnya. Pada akhirnya kucing tidak hadir dalam pesta itu, tidak terpilih menjadi hewan zodiak, sehingga memiliki dendam kesumat pada tikus.
Dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar[3] dan Abu Hurairah.[4]
Hukum menjual dan membeli kucing pun dalam syariat Islam adalah haram hukumnya berdasarkan dalil hadits Nabi Muhammad dan kaidah fiqih (al-qawa’id al-kulliyah). Dalil hadits Muhammad, diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah bahwasanya sang Nabi telah melarang memakan kucing dan melarang pula memakan harga kucing.[5] Hadits Muhammad itu menjadi dalil haramnya memakan kucing dan memperjual-belikan kucing. Jadi Umat Islam diharamkan untuk memperdagangkan kucing sebagaimana mereka diharamkan memakan daging kucing.[6]